Tampilkan postingan dengan label kultum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kultum. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Juni 2010

Ayahku!

Ada seorang anak gadis yang baru ditinggal mati ayahnya. Ia menangis sedih di makam ayahnya. Diantara isak tangisnya, terdengar lirihannya :

  • Wahai ayahku, engkau telah kukafani dengan sebungkus kafan, tetapi masihkah engkau mengenakan kafan itu besok? Aku telah meletakkan tubuhmu yang segar bugar dalam kubur, masih bugarkah engkau atau sudah mulai digerogoti cacing?
  • Ayahku, orang-orang alim mengatakan, bahwa semua hamba besok akan ditanya tentag imannya. Di antara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada yang cuma membisu. Adakah ayah nanti bisa menjawab, atau hanya membisu?
  • Ayahku, orang alim berkata, bahwa kuburan itu bisa dibuat menjadi luas atau sempit. Bagaimanakah kuburan ayah, bertambah luaskah, atau bertambah menyempit?
  • Ayahku, orang alim pun berkata, bahwa kain kafan orang yang meninggal ada yang diganti dengan kain kafan surga dan ada pula yang dari neraka, Kain kafan darimana yang ayah gunakan sekarang?
  • Ayahku, orang alim berkata, bahwa kuburan itu merupakan secuil taman dari taman di surga, tapi bisa juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka. Yang kupikirkan, bagaimana kuburan ayah sekarang? Taman surgakah, atau lubang neraka?
  • Ayahku, orang alim berkata bahwa liang kubur bisa menghangati mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu kepada anaknya, tetapi bisa juga merupakan lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang si mayat. Bagaimanakah keadaan tubuh ayah sekarang, pelukan manakah yang ayah rasakan?
  • Ayahku, orang alim berkata, orang yang di kebumikan itu ada yang menyesal mengapa dahulu semasa hidupnya tidak memperbanyak amalan yang bagus, tetapi malahan mengumbar maksiat. Yang kutanyakan pada ayah, apakah ayah termasuk yang menyesal karena perbuatan maksiat, ataukah yang menyesal karena sedikit melakukan amal kebagusan?
  • Ayahku, dahulu setiap aku memanggilmu tentu engkau menjawab, tetapi kini engkau kupanggil-panggil tak lagi mau menjawabku. Engkau kini telah berpisah denganku dan tak bersua lagi sampai hari kiamat, semoga Allah tidak menghalangi perjumpaanku denganmu."
Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al Munafiqun ayat 11, yang artinya :

"Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya"

Tidak diragukan lagi bahwa kita akan mati, tidak peduli sesehat apapun kita sekarang, akhirnya akan mati juga. Oleh karena itu, mati tidak perlu kita takuti karena pasti terjadi, tetapi kita perlu takut pada apa yang akan terjadi setelah mati.

Sehubungan dengan ini, Nabi kita yang mulia bersabda :

Seseungguhnya kubur adalah permulaan dari tempat-tempat akhirat. Kalau pemiliknya selamat darinya, maka apa yang ada sesudah itu lebih mudah baginya. Kalau pemiliknya tidak selamat darinya, maka apa yang ada sesudahnya adalah akan lebih berat lagi."

Allahu 'alam

(from sentuhan kalbu melalui kultum by Ir Permadi Alibasyah)




Rabu, 09 Juni 2010

20 tips Cara Membahagiakan Istri

Rasulullah SAW bersabda “Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap isteri-isterinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap isteri-isteriku.”
Rasullullah SAW juga bersabda :“Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”

1.Hendaklah anda selalu memperlihatkanlah wajah yang menyenangkan ketika masuk ke rumah, ucapkan salam Islam “assalaamu’alaikum” dengan senyuman yang manis, raih tangannya dan peluklah isteri anda dengan mesra.

2.Ketika berbicara, ucaplah kalimat yang manis serta memikat isteri anda. Usahakan isteri anda merasa benar-benar diperhatikan dan menjadikannya wanita paling istimewa untuk anda. Untaian kalimat yang disampaikan kepadanya hendaklah jelas (ulangi jika perlu) dan panggillah isteri anda dengan sebutan yang dia sukai seperti ; manisku, sayangku, cintaku dan lain sebagainya.

3.Meskipun anda mempunyai beban kerja yang banyak, luangkanlah waktu untuk beramah mesra dan bersenda gurau dengan isteri anda. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW di mana beliau juga beramah mesra dan menghabiskan waktu bersama para isteri beliau, meskipun pada saat itu beliau juga penuh dengan pekerjaan serta beban tanggung jawab yang sangat besar.

4.Mainkanlah suatu permainan ataupun selingan yang menggembirakan bersama isteri anda. Hal ini dinyatakan dalam suatu hadith bahawa Rasullah SAW bersabda :
“Semua hal yang di dalamnya tidak menyebut nama Allah SWT, adalah suatu yang sia-sia, kecuali dalam empat hal : seorang laki-laki yang sedang bermain dengan isterinya, melatih kuda, memanah di antara dua sasaran, serta mengajarkan berenang.”

5.Membantu pekerjaan sehari-hari rumahtangga. Usahakan membantu dan menolong isteri anda dengan tugas-tugas seharian rumahtangga anda, seperti membeli makanan, menyiapkan makanan, membersihkan serta mengatur rumah, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri isteri anda dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta dan hubungan anda bersama sang Isteri.

6.Usahakan musyawarah selalu menghiasi rumahtangga anda. Bermusyawarahlah dengan isteri anda, dalam setiap permasalahan. Pendapat yang disampaikan Ummu Salamah kepada Rasulullah SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah adalah suatu kejadian yang sangat terkenal. Hal ini merupakan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dengan para isteri dan para sahabat beliau.

7.Ketika Isteri anda sedang berkunjung ke tempat saudaranya, teman-temannya, serta orang-orang saleh, maka temanilah isteri anda.

8.Tatacara melakukan perjalanan dan meninggalkan isteri di rumah. Jika anda tidak boleh membawa serta isteri anda dalam perjalanan, maka ucapkanlah selamat tinggal dengan penuh rasa sayang, bekalkan isteri anda dengan persediaan keperluan sehari-hari dan wang secukupnya, mintalah isteri anda untuk mendo’akan anda, sentiasalah untuk menghubungi isteri anda. Jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada orang yang anda percayai untuk menjaga keluarga anda selama anda tiada. Singkatkan perjalanan anda jika dirasa sudah tidak penting lagi dan pulanglah dengan membawa hadiah. Hindari untuk pulang pada malam hari atau pada saat-saat yang tidak diharapkan.

9.Pengurusan kewangan. Tumbuhkanlah sikap dermawan pada diri anda (tidak kedekut) dalam urusan pengeluaran rumah tangga anda sesuai dengan kemampuan kewangan anda. Pengurusan kewangan yang baik (tidak boros ) sangat berguna untuk memelihara kestabilan perkahwinan anda.

10.Buatlah diri anda agar selalu berbau harum dan perindahkan penampilan anda. Allah SWT itu indah dan Dia menyukai keindahan. Maka selalu bersihlah anda, rapi, dan pakailah minyakwangi. Ibnu Abbas r.a. berkata :
“Saya menyukai keindahan diri saya sendiri untuk isteri saya, seperti halnya saya menyukai keindahan isteri saya untuk saya.”


11.Tentang hubungan seksual. Merupakan tugas dari suami untuk mencukupi keperluan serta hasrat seksual sang isteri. Boleh jadi ada waktunya kesihatan fizik dan psikologi isteri anda sedang berada dalam masa yang memerlukannya.

12.Penuh perhatian. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap isterinya. Isteri anda pasti mengalami bermacam-macam perubahan baik secara fizik dan psikologi. Pada saat-saat seperti itu, isteri anda sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar isteri anda boleh menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.

13.Jagalah kerahsiaan perkahwinan Anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadith oleh Abu Sa’id Al-Khudry bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Sungguh di antara orang yang paling buruk di hadapan Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah laki-laki yang mendatangi isterinya untuk melakukan hubungan badan, dan dia menceritakan rahsia itu (tentang hubungan badan) kepada yang lain.”

14.Bekerjasama dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, solat berjama’ah dan selalu tingkatkan aktiviti anda dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti bersedekah, dzikir (mengingat Allah SWT), dan solat pada malam hari (qiyamul lail). Rasulullah SAW bersabda :
“Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada laki-laki yang bangun pada malam hari dan membangunkan isterinya untuk solat bersamanya, dan jika dia menolak maka percikkan air ke wajahnya”

15.Selalu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman isteri anda.

16.Usahakan untuk mendidik isteri anda tentang islam dan berilah isteri anda nasihat-nasihat.

17.Cemburu yang sewajarnya.

18.Bersabar dan berlaku lembutlah kepada isteri anda. Kawal kemarahan anda dan buatlah sang isteri untuk menghilangkan keragu-raguannya terhadap anda, dan nasihatilah dia ketika melakukan suatu kesalahan.

19.Jadilah pema’af dan tegurlah isteri anda dengan cara yang baik dan sampaikan pada saat yang benar-benar tepat.

20.Jadilah seorang suami muslim yang sejati, dan terapkan semua yang pernah dibaca dan dipahami tentang Islam, dengan arif dan bijaksana.

“Nasihat Indah Untuk Suami Isteri”, karya Syeikh Umar Bakri Muhammad, bagaimana para suami memikat isteri mereka.

diambil dari Catatan Masaji Antoro

20 tips Cara Membahagiakan Suami

WANITA SHALEHA adalah mereka yang saat dipandang suaminya membahagiakan, saat diajak kebaikan ikut serta dan saat ditinggal suaminya bisa menjaga harta dan kehormatannya ( HR. Abu Daud RA )

1. Anda adalah sekuntum mawar yang sedang bersinar di rumah anda. Buatlah disaat suami anda masuk ke rumah, dia merasa bahawa kecantikan dan keharuman mawar tersebut, tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuknya seorang.

2. Bagaimana caranya agar suami anda itu merasa damai dan tenang, baik dengan perbuatan ataupun dengan kata-kata ? Hal itulah yang secara terus menerus anda selalu usahakan untuk suami anda. Untuk kesempurnaannya, lakukan itu dengan sepenuh jiwa.

3. Sopan dan penuh perhatianlah anda ketika berbincang-bincang dan berdiskusi, jauhkanlah perdebatan dan sikap keras kepala untuk mengemukakan pendapat anda.

4. Fahami kebenaran dan keindahan prinsip-prinsip Islam di balik kelebihan sang suami terhadap anda selaku isteri, yang memang berkait dengan kudrat seorang wanita, dan janganlah hal ini dianggap sebagai sesuatu yang penindasan.

5. Lembutkanlah suara anda ketika berbicara dengan sang suami dan pastikan suara anda tidak meninggi pada saat dia bersama anda.

6.Pastikan anda bangun pada malam hari untuk melakukan sholat malam secara rutin, hal ini akan membawa kecerahan dan kebahagiaan pada perkahwinan anda, sungguh mengingat Allah SWT akan membawa ketenangan pada hati anda.

7. Bersikaplah diam ketika suami anda sedang marah dan jangan tidur kecuali dia mengizinkannya.

8. Berdirilah dekat suami anda ketika dia sedang memakai baju dan kasutnya.

9. Buatlah suami anda merasa bahawa anda menginginkan sang suami untuk mengenakan baju yang anda pilih buat dia, pilihlah pakaian itu oleh anda sendiri.

10. Anda harus sensitif dan memahami keperluan suami anda, untuk menjadikan pernikahan anda menjadi yang terbaik tanpa menghabiskan waktu anda.

11.Ketika ada perselisihan pendapat, hendaknya anda tidak menunggu agar sang suami meminta ma’af kepada anda (jangan jadikan hal ini sebagai prioriti utama harapan anda) kecuali kalau suami anda secara sedar mengakuinya.

12. Rawatlah penampilan dan pakaian suami anda, biarpun kelihatannya suami anda malas untuk merawat dan memakainya, tapi yakinlah bahawa dia akan menyukainya sebagaimana teman-temannya juga akan menyukainya.

13.Hendaknya anda tidak selalu mengharapkan suami anda untuk memulai keinginan melakukan hubungan badan, sekali-kalianda mulailah lebih dulu, tentu pada saat yang tepat.

14. Di malam hari, jadilah seperti pengantin baru buat suami anda, janganlah anda beranjak tidur lebih dulu dari sang suami, kecuali kalau dirasa sangat perlu.

15.Janganlah menunggu atau mengharapkan balasan dari semua perbuatan dan kebiasaan baik anda, banyak suami karena kesibukan kerjanya, mudah melupakan untuk melakukan hal tersebut, atau secara tidak sengaja lupa untuk menyampaikan penghargaan yang semestinya kepada anda.

16.Hendaknya berbuat sesuai dengan keadaan dan kemampuan kewangan yang ada, dan jangan meminta sesuatu yang berlebihan dan mahal.

17.Ketika suami anda baru pulang dari perjalanan yang lama ataupun dari tempat yang jauh, sambutlah dia dengan wajah yang ceria dan tunjukkanlah bahawa anda sangat merindukan kedatangannya.

18.Ingatlah selalu bahawa keberadaan sang suami adalah salah satu perkara mendekatkan diri anda kepada Allah SWT.

19.Pastikan anda untuk selalu memperbaharui dan merubah bentuk penampilan anda, sebagai tanda dan ungkapan kasih anda menyambut suami tercinta.

20.Ketika sang suami meminta sesuatu untuk melakukan hal-hal tertentu, maka pastikan anda melakukannya dengan segera dan sepenuh hati, jangan sampaianda merasa berat.

“Nasihat Indah Untuk Suami Isteri”, karya Syeikh Umar Bakri Muhammad, bagaimana para isteri memikat suami mereka.

diambil dari catatan Masaji Antoro

Rabu, 02 Juni 2010

4 Tanda Orang Celaka dan Bahagia

Tanda-tanda orang yang kelak celaka diakherat sebagai berikut :

1. Orang yang tidak mempedulikan dosa yang telah diperbuatnya (melupakannya begitu saja) dan tidak ada rasa penyesalan sedikitpun atas semuanya itu, padahal dosa-dosanya ada tersimpan dan dicatat di sisi Allah, baik jumlah, waktu mengerjakan maupun tempatnya.
2. Orang yang selalu mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah ia lakukan, padahal ia tidak mengetahui apakah perbuatan baik yang pernah ia lakukan itu diterima atau tidak oleh Allah Swt.
3. Orang yang berambisi dalam urusan duniawi dan tidak pernah merasa puas terhadap apa-apa yang telah diberikan oleh Allah Swt. kepadanya.
4. Orang yang hanya melihat kepada orang yang lebih rendah amal shalehnya serta tidak bersyukur kepada Allah Swt. atas nikmat-nikmat-Nya.

Sedangkan tanda-tanda orang yang kelak mendapatkan kebahagiaan diakherat adalah sebagai berikut :

1. Orang yang selalu mengingat-ingat akan kesalahan yang telah dilakukannya disertai rasa penyesalan dan permohonan ampun kepada Allah Swt.
2. Orang yang tidak mau tahu atas kebaikan-kebaikan yang telah diperbuatnya, seolah-olah ia tidak pernah melakukannya. Hal ini dikarenakan kebaikan yang diperbuat itu pun tidak lepas dari penyakit-penyakit hati didalamnya (hal-hal yang dapat merusak kebaikan itu sendiri).
3. Orang yang selalu melihat kepada orang yang lebih tinggi dalam beramal shaleh agar ia dapat mengikutinya (mencontoh orang yang lebih shaleh dari dirinya).
4. Dan orang yang selalu bersyukur kepada Allah Swt. atas karunia yang telah dilimpahkan kepadanya dan selalu melihat kepada orang yang lebih rendah dunianya/kekayaannya (orang yang tidak mampu/fakir miskin).

Durroh An Naashihiin Hal. 169

diambil dari profil masaji antoro facebook

Selasa, 01 Juni 2010

Penyelam Mutiara

Allah berfirman dalam Al-qur'an pada surat Hadiid ayat 20, yang artinya:

Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalahpermainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. ...Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Perjalanan hidup manusia tidak ubahnya bagaikan kisah penyelam mutiara. Seorang penyelam mutiara, dalam melaksanakan tugasnya selalu dibekali dengan tabung oksigen yang terpasang di punggungnya. Pada saat ia terjun menyelam, niatnya bulat ingin mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya. Tetapi begitu ia berada di bawah permukaan laut, ia mulai lupa pada apa yang harus dicarinya. Kenapa? Ternyata pemandangan di dalam laut sangat mempesona. Bunga karang yang melambai-lambai seolah-olah memanggilnya, ikan-ikan hias berwarna-warni yang saling berkejaran dengan riangya membuatnya terpana. Ia pun lalu terlena ikut bercanda ria, melupakan tugasnya semula untuk mencari tiram mutiara yang berada jauh di dasar laut sana.

Hingga pada suatu saat, dia terkejut manakala disadarinya oksigen yang berada di punggungnya tinggal sedikit lagi. Timbullah rasa takutnya. Tak terbayangkan olehnya bagaimana kemarahan majikannya kelak bila ia muncul ke permukaan tanpa membawa tiram mutiara sebanyak yang diharapkan. Maka dengan tergopoh-gopoh ia pun berusaha untuk mencari tiram yang ada di sekitarnya. Namun sayang, kekuatan fisiknya sudah melemah, energinya sudah habis terkuras bercanda ria dengan keindahan alam bawah laut.

Akhirnya isi tabung oksigennya benar-benar kosong, sehingga walaupun tiram mutiara yang diperolehnya sangat sedikit, ia mau tidak mau harus muncul ke permukaan. Malangnya lagi, karena tergesa-gesa dia tidak sempat mengikat kantongnya dengan baik, sehingga ketika tersenggol ikan yang berseliweran di sampingnya, tiram mutiara yang sudah di dapatnya dengan susah payah itu sebagian tumpah ke luar.

Di permukaan, majikannya telah menunggu. Begitu dilihatnya isi kantong si penyelam tidak berisi tiram mutiara sebagaimana yang ia harapkan, maka tumpahlah caci makinya, dan saat itu juga si penyelam dipecatnya tanpa pesangon sedikitpun! Tentu saja bisa kita bayangkan gundahnya si penyelam.

Dengan penuh rasa penyesalan, si penyelam berusaha meminta kesempatan ulang untuk menyelam kembali. "Tuan, ijinkanlah aku untuk menyelam kembali, pasti aku akan mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya!" Namun majikannya dengan tegas menolak, "Percuma engkau aku beri kesempatan, ternyata engkau hanya pandai membuang-buang oksigen saja!"

Kisah ini amat mirip dengan perjalanan hidup manusia di dunia. Tabung oksigen adalah perlambang jatah umur manusia, tiram mutiara mengibaratkan pahala yang harus kita kumpulkan, dan tiram mutiara yang tumpah mengumpamakan pahala yang hilang karena riya, sedangkan keindahan yang ada di dalam lautan melambangkan godaan-godaan kenikmatan duniawi dengan harta, tahta dan wanitanya!

Marilah kita instropeksi, sudah cukupkah tiram mutiara yang kita peroleh? sehingga bila suatu saat kita harus muncul ke permukaan menemui majikan kita, Allah swt, Ia ridho menerima kita...? Apalagi Ia telah berfirman dalam surat Al-Ankabuut:64: "Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main, sesungguhnya akhirat itulah yang sebenar-benarnya kehidupan."

Wallahu 'alam bishowab

Senin, 31 Mei 2010

belajarlah dari burung dan cacing

Allah berfirman dalam Al-qur'an surat An-Nahl ayat 66 :
"Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu.."

Pada saat krisis moneter yang berkepanjangan ini, marilah kita meluangkan waktu untuk bertafakur sejenak. Karena Rasullulah saw telah bersabda, "Bertafakurlah sejenak lebih baik daripada ibadah satu tahun."

Marilah kita kaji pelajaran yang diberikanoleh burung dan cacing.
Seorang ulama besar mengatakan, bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.

Burung setiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan tanp mengetahui dimana ia harus mendapatkannya. Karena itu, kadangkala sore hari ia pulang dalam keadaan perut kenyang, kadangkala ia pulang dengan membawa oleh-oleh makanan untuk keluarganya, tetapi sering juga ia pulang ke sarangnya dengan perut yang masih keroncongan. Meskipun burung tampaknya lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya "kantor" yang tetap (apalagi setelah lahannya berubah menjadi real estate), namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas, atau kita pun tidak pernah melihat ada burung yang sekonyong-konyong meluncurkan dirinya ke dalam sungai! Nampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada di atas, lain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kekenyangan, lain waktu kelaparan.

Nah, sekarang marilah kita lihat binatang yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Cacing seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk mencari makanannya. Cacing tidak mempunyai tangan, kaki, tanduk atau bahkan mungkin ia tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi cacing serupa dengan makhluk Tuhan lainnya, yaitu ia mempunyai perut yang bila tidak diisi maka ia akan mati.

Kalau kita bandingkan dengan manusia, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih daripada yang dimiliki cacing. Tetapi mengapa manusia yang diciptakan Allah paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain itu, banyak yang kalah hanya dengan seekor cacing. Manusia banyak yang bunuh diri akibat merasa kesulitan dalam mencari nafkah hidupnya, sementara kita tidak pernah melihat ada cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu!

Allah telah berfirman dalam Al-qur'an :
Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka
bertebaranlah kamu dan carilah karunia Allah
banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Al-Jumu'ah:10

...Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah
niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya...
Ath-Thalaq:3

Foto saya
bekasi, jawa barat, Indonesia
Assalamu'alaikum... Hi...Hi... smuanya pa kbr? Selamat datang yaa di halaman q ini.. mdh2n sedikit yg sdh aq share ini dpt benar-benar menjadi tempat tuk berbagi inspirasi dan juga cerita... Alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah msh terus bersyukur atas segala yg sdh Allah berikan kepada qu dan keluarga........ Oh ya...saat ini aq sedang berusaha menjadi istri yang baik dan solehah buat suamiku dan masih belajar juga bagaimana jadi ibu yang baik buat anak2 (biar g dibilang rewel katanya)truuussss...semoga blog ini benar2 dapat menjadi inspirasi dan tambahan wawasan cerita kita...amin (walaupun masih sedikit nih postingnya)maklum yah ibu Rt gt...mohon maaf jg klo ada tulisan atau kutipan2 yg aq ambil dr berbagai blog/situs yg mgkn ada yg kurang berkenan.... Ok...happy enjoyed :)